-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cakupan Imunisasi Bandung Belum Capai Target, Warga Diajak Lengkapi Vaksin Demi Wujudkan Generasi Sehat

7/23/2026 | 20:41 WIB
Bandung | Infonasionalnews – Pemerintah Kota Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah nyata melindungi generasi masa depan sekaligus mewujudkan Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama.

Ajakan tersebut mengemuka dalam Sonata Talkshow bertema "Vaksin Melindungi, Imunisasi Menyelamatkan: Bersama Wujudkan Bandung Sehat" yang digelar Rabu (22/7/2026), menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., PhD.

Dalam pemaparannya, Agung menegaskan masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara vaksin dan imunisasi.

Menurutnya, vaksin merupakan produk yang mengandung antigen, sedangkan imunisasi adalah proses pemberian vaksin agar tubuh membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.

«"Vaksin adalah produknya, sedangkan imunisasi adalah prosesnya. Manfaat vaksin baru diperoleh ketika diberikan melalui proses imunisasi," jelas Agung.»

Ia menambahkan, imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan secara signifikan.

Cakupan Imunisasi Masih Menengah

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026 cakupan imunisasi di Kota Bandung masih berada pada kategori menengah dan belum sepenuhnya mencapai target nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena target cakupan yang belum terpenuhi dapat menghambat terbentuknya kekebalan kelompok di masyarakat.

«"Kalau target imunisasi tidak tercapai, maka herd immunity terhadap penyakit tertentu juga tidak akan terbentuk secara optimal," ujarnya.»

Hoaks Masih Jadi Tantangan

Dadan menjelaskan sejumlah kendala masih dihadapi dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Mulai dari maraknya hoaks mengenai vaksin, keraguan sebagian masyarakat, perbedaan data sasaran dengan kondisi di lapangan, hingga tingginya mobilitas penduduk yang menyebabkan riwayat imunisasi anak tidak tercatat secara lengkap.

Selain itu, masih terdapat layanan imunisasi yang diberikan rumah sakit maupun dokter spesialis anak yang belum seluruhnya dilaporkan ke dalam Sistem ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).

Padahal, data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menghitung capaian imunisasi dan menyusun kebijakan kesehatan.

Lebih dari 2.000 Posyandu Siap Layani Imunisasi

Untuk memperluas akses pelayanan, Dinas Kesehatan Kota Bandung terus mengoptimalkan peran Posyandu. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 Posyandu, dan sekitar 1.500 di antaranya telah aktif memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat.

Selain pelayanan langsung, edukasi juga terus diperkuat melalui media sosial, media digital, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama guna menangkal penyebaran informasi yang menyesatkan mengenai vaksin.

Dadan menegaskan, imunisasi merupakan salah satu investasi kesehatan paling efektif dan efisien karena mampu mencegah penyakit sebelum terjadi.

«"Biaya imunisasi jauh lebih ringan dibandingkan biaya pengobatan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah," tegasnya.»

Menutup diskusi, Agung mengajak seluruh orang tua memastikan anak-anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal dan menyimpan kartu imunisasi agar tidak ada dosis yang terlewat.

«"Vaksin melindungi individu, tetapi imunisasi menyelamatkan generasi. Mari lengkapi imunisasi, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Bersama kita wujudkan Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama," pungkasnya.**(Ivan sukenda).
×
Berita Terbaru Update