-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Bandung Pastikan Korban Begal Arcamanik Dapat Penanganan Maksimal, Dukung Pengungkapan Pelaku hingga Tuntas

7/27/2026 | 19:51 WIB


Bandung, Infonasionalnews,my id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengawal penanganan medis korban pembegalan yang terjadi di kawasan Arcamanik pada 4 Juli 2026. Selain memastikan korban memperoleh perawatan terbaik, Pemkot juga terus berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk mengusut tuntas kasus yang mengundang perhatian publik tersebut.


Pernyataan itu disampaikan Farhan usai memimpin apel di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).


Farhan mengatakan proses penyelidikan kini sepenuhnya ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung, khususnya Tim Resmob. Pemerintah Kota Bandung terus memantau perkembangan penyelidikan melalui koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum.


«"Pendalaman kasus sudah diambil alih langsung oleh Satreskrim Polrestabes Bandung, khususnya Resmob. Kami menunggu perkembangan penyelidikannya," ujar Farhan.»


Korban Jalani Operasi Lanjutan


Farhan mengungkapkan, korban hingga kini masih menjalani serangkaian operasi lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang dideritanya.


Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak direksi RSHS untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal. Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak juga terus mengalir untuk membantu proses pemulihan korban.


«"Kami memastikan penanganan korban yang kini memasuki fase kedua operasi berjalan baik sehingga memberikan manfaat maksimal bagi proses pemulihannya," katanya.»


Ia juga menyebut orang tua korban yang berasal dari luar Kota Bandung kini berada di Bandung untuk mendampingi proses pengobatan anaknya.


Siskamling Harus Kembali Aktif


Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kriminalitas jalanan, Farhan menegaskan pentingnya menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah pencegahan dini.


Menurutnya, keberadaan siskamling bukan berarti pemerintah menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada masyarakat, melainkan membangun kolaborasi bersama antara warga, Linmas, Polsek, Koramil, kelurahan hingga pengurus RW.


«"Siskamling jangan pernah lengah. Tujuan utamanya adalah deteksi dini dan pencegahan dini," tegasnya.»


Farhan juga mengimbau setiap keluarga untuk meningkatkan komunikasi ketika anggota keluarga beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.


Layanan Darurat Siaga 24 Jam


Pemkot Bandung, lanjut Farhan, memastikan seluruh layanan darurat tetap siaga dengan standar respons cepat. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan 110 untuk kepolisian, 112 untuk pengaduan darurat, 113 untuk pemadam kebakaran, serta 119 untuk layanan ambulans.


Menurutnya, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan situasi darurat di lapangan.


Dukung Kebijakan Gubernur, Ingatkan Jangan Main Hakim Sendiri


Menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat yang menawarkan hadiah bagi masyarakat yang memberikan informasi terkait pelaku begal, Farhan menyatakan mendukung langkah tersebut.


Namun ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila berhasil menemukan atau menangkap pelaku kejahatan.


«"Saya ikut kebijakan Gubernur. Tapi pesan saya jelas, jangan main hakim sendiri. Serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum," tegasnya.»


Perangi Miras Ilegal dan Narkoba


Farhan juga mengungkapkan hasil patroli malam yang menemukan sekelompok pemuda dalam kondisi mabuk di salah satu pos kamling kawasan Braga. Temuan tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Bandung.


Ia menegaskan peredaran minuman keras ilegal dan narkotika harus diberantas secara menyeluruh. Untuk itu, Pemkot telah berkoordinasi dengan BNN Kota Bandung dan BNN Provinsi Jawa Barat guna memetakan titik-titik rawan peredaran narkoba maupun obat keras.


Selain itu, aparat juga tengah mengungkap berbagai modus baru peredaran narkoba, termasuk sistem penyimpanan barang di lokasi tertentu tanpa adanya pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.


Farhan berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, BNN, TNI, dan masyarakat mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Kota Bandung.**(Ivan sukenda)

×
Berita Terbaru Update