Farhan Tunjuk Eks Ketua Bapilu NasDem Jadi Dirut Perumda Tirtawening, Langsung Dihadapkan pada Pembenahan Keuangan

 



BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmi menunjuk Rizky Mediantoro sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung. Sosok Rizky menjadi perhatian lantaran sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai NasDem Kota Bandung.


Penunjukan tersebut menandai berakhirnya proses seleksi pimpinan perusahaan daerah yang selama ini menjadi salah satu sorotan Pemkot Bandung, khususnya terkait tata kelola dan konsolidasi keuangan.


Farhan membenarkan dirinya telah menetapkan jajaran pimpinan baru Perumda Tirtawening, termasuk Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas.


«“Untuk BUMD, baru ada Ketua Dewas PDAM dan Dirut PDAM. Selanjutnya, saya sudah memberikan tugas kepada Ketua Dewas PDAM dan Dirut PDAM agar segera melakukan pembenahan dan konsolidasi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).»


Pernah Jadi Pengurus NasDem, Farhan: Sudah Berhenti


Penunjukan Rizky menjadi perhatian karena Perda Kota Bandung Nomor 6 Tahun 2020 mengatur sejumlah persyaratan dalam pengangkatan direksi Perumda Tirtawening.


Salah satu persyaratan tersebut menyebutkan calon direksi tidak boleh sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, maupun calon anggota legislatif.


Farhan memastikan Rizky telah memenuhi persyaratan tersebut. Menurutnya, meskipun pernah aktif sebagai pengurus Partai NasDem, Rizky saat ini sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai.


Farhan juga menegaskan keputusan pengangkatan dilakukan berdasarkan hasil seleksi.


«“Latar belakangnya profesional. Hasil uji menunjukkan dia berada di peringkat pertama, jadi saya tidak ada beban, saya melihat hasil akhirnya saja,” ujar Farhan.»


Ketika kembali ditanya mengenai latar belakang Rizky yang pernah menjadi politisi, Farhan menjawab bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi pengurus partai.


«“Ya, tapi sudah berhenti dari kepengurusan partai. Itu syaratnya,” katanya.»


Farhan Pasang Target: Kontrak Kinerja Harus Dipenuhi


Setelah ditunjuk sebagai Dirut, Rizky tidak diberi waktu untuk berlama-lama melakukan penyesuaian.


Farhan meminta pimpinan baru Perumda Tirtawening segera bekerja melakukan pembenahan internal dan konsolidasi.


Ia bahkan menegaskan akan menerapkan kontrak kinerja secara ketat sebagai ukuran keberhasilan jajaran direksi.


«“Kalau saya, saya akan sangat strict terhadap kontrak kinerja. Bagian dari konsekuensi kerja jabatan publik, itu sama saja dengan saya juga,” tegas Farhan.»


Menurutnya, yang terpenting adalah seluruh persyaratan terpenuhi dan target yang dituangkan dalam kontrak kinerja dapat dijalankan.


«“Yang paling penting memenuhi semua syarat dan kontrak kinerja. Sudah, yang dikejar itu,” ujarnya.»


Farhan pun memastikan Rizky langsung bekerja setelah penunjukan.


«“Mulai hari ini langsung bekerja,” pungkasnya.»


Baru Terima SK, Rizky Langsung Teken Kontrak Kinerja


Sementara itu, Rizky Mediantoro membenarkan dirinya telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Dirut Perumda Tirtawening.


Ia mengaku setelah menerima SK, langsung menandatangani kontrak kinerja dan mulai menjalankan tugas barunya.


«“(Mendapat SK) Tadi pagi, langsung tanda tangan kontrak kinerja,” kata Rizky, Senin (31/8/2026).»


Langkah pertama yang akan dilakukan Rizky adalah melakukan konsolidasi internal. Ia ingin terlebih dahulu melihat kondisi manajerial sekaligus memetakan persoalan keuangan Perumda Tirtawening.


«“Paling saya akan konsolidasi internal dulu ya. Kita lihat dulu hal-hal yang memang terkait dengan manajerial dan juga terkait dengan keuangan tentunya,” ungkapnya.»


Menurut Rizky, persoalan integrasi keuangan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dari Wali Kota Bandung.


«“Karena memang sejak Agustus Pak Wali concern itu terhadap integrasi»**(Ivan Sukenda).

Lebih baru Lebih lama