SUMEDANG.INFONASIONALNEWS-Pergerakan Hurip Srimanganti bersama Keraton Sumedang Larang menggelar desiminasi konsep pemberdayaan masyarakat berbasis budaya jagung hibrida. Kegiatan berlangsung di Gedung Srimanganti Keraton Sumedang Larang, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pembina forum Bumdes Jawa Barat sekaligus inisiator pergerakan Hurip Srimanganti Urip Suprianto, Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd Luky Djohari Soemawilaga, Budayawan Jawa Barat Ki Maher dan diikuti Sebanyak 75 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Garut, Subang, Bogor, dan Sumedang. Peserta terdiri dari perwakilan kelompok petani, BUMDes, dan komunitas yang bergerak di bidang pertanian.
Ketua Pergerakan Hurip Srimanganti, M Amin Muhyiddin mengatakan, tujuan utama kegiatan ini untuk mendorong masyarakat agar memiliki keinginan mengembangkan budidaya jagung hibrida.
“Intinya kami ingin mendorong masyarakat untuk membangkitkan kembali budaya-budaya luhur Kasumedangan, melalui penguatan pertanian yang berbasis nilai-nilai budaya. Salah satunya dengan cara mengembangkan budidaya pertanian jagung hibrida,” ujar Amin.
Untuk mendukung program tersebut, kata M Amin, penyelenggara menggandeng PT Global Dairi Alami (GDA). Perusahaan ini siap berkolaborasi dengan menyuplai benih dan pupuk, sekaligus menampung seluruh hasil panen petani.
“Petani tidak usah bingung memikirkan pemasaran. PT GDA siap menampung untuk kebutuhan bahan baku pakan. Bahkan menurut informasi kebutuhan bahan baku pakannya itu mencapai 80 ton per hari. Tidak hanya jagungnya saja, batang pohon jagungnya juga akan dibeli,” kata Amin.
Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden Luky Djohari. Menyampaikan Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Keraton dalam menjalankan visi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumedang.
“Kami mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya,” Ujar Raden Luky.
Sementara itu, inisiator kegiatan H. Urip Soeprianto menuturkan, ide ini berawal dari obrolan ringan hingga muncul gagasan memanfaatkan lahan aset Keraton yang kurang produktif untuk budidaya jagung hibrida.
“Berawal dari obrolan tersebut, muncul semangat untuk memotivasi teman-teman petani yang lain, supaya tertarik unthk mengembangkan usaha budidaya pertanian jagung hibrida. Rencana ini disambut baik PT GDA,” tutur Urip yang juga merupakan Pembina Bumdes Jawa Barat.
Sementara itu dipastikan hasil panen sudah dijamin perusahaan dengan skema kemitraan, masyarakat hanya perlu menyiapkan lahan, tenaga kerja, dan kemauan.


