Jalan Soekarno-Hatta Bakal Dipercantik, Pemkot Bandung Siapkan Trotoar, PJU hingga JPO


BANDUNG/JABAR, InfonasionalNews.my.id — Wajah Jalan Soekarno-Hatta, salah satu koridor utama Kota Bandung, bakal mengalami perubahan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melakukan penataan secara terpadu mulai dari trotoar, penerangan jalan umum (PJU), hingga jembatan penyeberangan orang (JPO).

Penataan tersebut menjadi perhatian Pemkot Bandung karena Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu jalur strategis dengan aktivitas kendaraan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana penataan fasilitas publik tersebut tengah dipersiapkan dan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat.

Koordinasi lintas pemerintahan diperlukan karena sejumlah lahan dan fasilitas yang akan ditata berada dalam kewenangan berbeda.

“Ya, itu akan dilakukan segera. Kita koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat karena bagaimanapun juga kewenangannya ada di tiga ini,” kata Farhan di D’botanica, Rabu (2/9/2026).

Bukan Sekadar Mempercantik Jalan

Farhan menegaskan, pembangunan fasilitas publik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemkot Bandung harus memastikan aspek administrasi dan perizinan selesai terlebih dahulu agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari.

“Kami sedang berusaha sebisa mungkin. Mohon maaf pisan, ini karena masalah administrasi pemerintahan supaya rapi. Jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran yang mengkhawatirkan,” ujarnya.



Menurut Farhan, kebutuhan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, setiap program pembangunan harus memiliki dasar kewenangan yang jelas.

Ia mencontohkan, ketika anggaran pembangunan berasal dari Pemkot Bandung tetapi fasilitas dibangun di atas lahan milik pemerintah pusat, diperlukan izin dari pemerintah pusat.

Hal serupa berlaku untuk fasilitas yang berada di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK), yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kalau saya pakai contohnya, anggaran dari pemerintah kota ada, insyaallah. Tapi dibangunnya di atas tanah punya pemerintah pusat, saya mesti minta izin dulu ke pemerintah pusat. Terus pemanfaatan untuk siapa? SMK ada di bawah siapa? Di bawah pemerintah provinsi,” jelasnya.

Cibereum-Cibiru Jadi Sasaran Penataan

Meski menghadapi persoalan kewenangan, Farhan memastikan rencana penataan tetap berjalan.

Bahkan, Pemkot Bandung menargetkan penataan koridor Jalan Soekarno-Hatta mulai dilakukan pada Oktober 2026 secara bertahap.

“Ya, sangat mungkin. Tahun ini kita akan mulai penataan jalan Soekarno Hatta,” tegas Farhan.

Ruang lingkup penataan disebut cukup luas, yakni membentang dari kawasan Cibereum hingga Cibiru.

Tidak hanya membangun atau memperbaiki JPO dan PJU, Pemkot Bandung juga akan membenahi jalur pedestrian agar lebih tertata.

“Sekalian ini Oktober kita jalan semuanya. Soekarno-Hatta dari Cibereum sampai Cibiru kita sudah berkesepakatan sudah keluar programnya untuk jalan. Kita rapikan bersama, mulai dari trotoar, PJU dan JPO,” tuturnya.

Harapan Baru bagi Pengguna Jalan

Jika terealisasi sesuai rencana, penataan Jalan Soekarno-Hatta berpotensi memberikan perubahan cukup signifikan terhadap kenyamanan masyarakat.

Trotoar yang lebih tertata diharapkan membuat pejalan kaki memiliki ruang yang lebih aman. PJU yang memadai dapat meningkatkan penerangan di sepanjang koridor jalan, sementara JPO di titik-titik tertentu diharapkan membantu masyarakat menyeberang dengan lebih aman.

Namun, pekerjaan rumah Pemkot Bandung bukan hanya soal membangun fasilitas baru. Pemeliharaan, keamanan, aksesibilitas, dan memastikan fasilitas benar-benar digunakan masyarakat juga akan menjadi bagian penting setelah penataan selesai.

Kini, masyarakat tinggal menunggu apakah target Oktober 2026 benar-benar menjadi awal perubahan wajah Jalan Soekarno-Hatta.**(Ivan Sukenda).
Lebih baru Lebih lama