.
KOBAR/KALTENG, INFONASIONALNEWS. ONLINE
Melanjuti pemberitaan sebelumnya, pihak dari rekanan memberikan klarifikasi namun terkesan atau diduga mencari pembenaran.
Dinas PUPR baik di pusat, provinsi maupun kabupaten selalu menekankan ke pihak rekanan/ kontraktor untuk selalu mengutamakan kwalitas dan kwantitas suatu pekerjaan ketimbang untung besar tapi pekerjaannya asal-asalan, senin (05/10/2026).
Saat berkeliling di kota manis Pangkalan bun, awak media ini ada menemukan salah satu pekerjaan yang pengerjaannya diduga asal-asalan.
Karena dilihat dari nilai kontraknya cukup pantastis untuk peningkatan jalan lingkungan yang mencapai hampir setengah milyar.
Mengetahui hal tersebut awak media ini langsung mengkonfirmasi ke pihak rekanan inisial HS melalui pesan singkat di Whatshapp.
Apa benar pekerjaan ini punya bapak? dan bentuk pekerjaannya apa? Dan apakah benar sebelumnya, dilokasi pekerjaan sudah ada pekerjaan Cor Beton?
HS dengan tegas menyampaikan," benar, itu pekerjaan punya saya, pekerjaan itu berupa agregat dan benar kalau disitu sebelumnya sudah pekerjaan Cor Beton", ujarnya.
Karena speknya seperti dan bahkan orang konsultannya setiap hari ke lokasi, tambahnya.
HS juga memberikan klarifikasi dan bahkan photo atau video pekerjaan dari awal ke awak media ini
Mirisnya, saat awak media ini mempertanyakan, kalau memang jalan tersebut di gilas, apakah langsung ke LPA ( Lapisan Pondasi Atas) tidak menggunakan LPB ( Lapisan Pondasi Bawah) terlebih dahulu.
Kalau saya melihat dari video yang dikirimkan, itu tahap nya langsung ke LPA lalu kemana LPB nya?
HS menjawab nah kalau masalah itu saya tidak tau karena bukan wewenang saya, jelasnya.
Padahal senelumnya dia juga menjelaskan babwa kondisi jalan sebelum dihampar agregat makanya diadakan peningkatan dan Cor nya sudah di rusak.
Dan awak media inipun menyampaikan akan melanjuti pemberitaan sebelum sesuai dengan apa yang di sampaikan di Whatshapp.
Dengan lantang HS menjawab.
"Apa untungnya"
Dari bahasa ini awak kami menyimpulkan bahwa oknum rekanan diduga hanya ingin mencari pembenaran namun diduga tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.
Awak media inipun tidak berhenti melakukan konfirmasi untuk menggali informasi yang lebih dalam terkait pekerjaan tersebut tehnisnya seperti apa.
Awak media inipun mencoba mengkonfirmasi ke orang tehnis yang benar- benar dibidang pekerjaan tersebut melalui pesan singkat di Whatshapp.
" Sebenarnya kalau sudah pekerjaan Cor Beton sebelumnya tidak boleh lagi di lanjut ke agregat terkecuali pekerjaan yang lama itu di hancurkan terlebih dahulu lalu lakukan pemadatan kembali".
Atau, pihak rekanan koordinasi dengan rekanan sebelumnya bagaimana tehnis pekerjaan yang lama, ujarnya.
Dan apakah mungkin, aspalnya bisa menyatu dengan erat dan bisa bertahan lebih lama apabila pekerjaan sebelumnya tidak dihancurkan terlebih dahulu, tambahnya.
Dan saat awak media ini mempertanyakan ke pihak rekanan melalui pesan singkat di Whatshapp, apakah bisa menjamin pekerjaan tersebut bisa bertahan lama.
Sampai berita ini di turunkan rekanan tersebut belum memberikan jawaban terkait pertanyaan dari kami apakah bisa menjamin kalau pekerjaan tersebut bisa bertahan lama.
Berita inipun tidak akan berhenti sampai disini sebelum awak media mendapatkan jawaban yang benar- benar sesuai speknya dari pihak terkait. (L/R).
