BANDUNG, INFONASIONALNEWS – bertempat Di lapangan Makodim 0618/kota Bandung Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mulai disalurkan kepada para pengayuh becak di Kota Bandung. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengayuh becak lanjut usia yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari perhatian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para pengayuh becak yang telah berusia lanjut. Program tersebut disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Ketua GSN, Letjen (Purn) Teguh Arief, mengatakan program tersebut berawal dari perhatian Presiden Prabowo terhadap kondisi pengayuh becak lansia yang masih harus bekerja keras di tengah keterbatasan fisik.
“Program ini adalah program inisiatif dan perhatian dari Pak Prabowo yang melihat ada seorang pengemudi becak yang usianya sudah lanjut 70 tahun, sudah kurus, kemudian penuh dengan peluh,” ujar Teguh kepada awak media usai penyerahan bantuan.
Pada tahap awal, sebanyak 200 becak listrik disebarkan ke sejumlah wilayah Kota Bandung. Jumlah penerima bantuan disebut akan ditambah secara bertahap.
Farhan Siapkan Titik Pengisian Becak Listrik
Bantuan becak listrik tersebut kini memunculkan kebutuhan baru, yakni ketersediaan fasilitas pengisian daya. Pemerintah Kota Bandung pun mulai menyiapkan konsep SPKLB (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat untuk mengusulkan sejumlah titik yang dapat digunakan sebagai lokasi pengisian daya becak listrik.
Lokasi tersebut nantinya akan dikaji, termasuk kemungkinan ditempatkan di kawasan wisata maupun titik-titik strategis lainnya.
Namun, Farhan menegaskan penentuan lokasi tidak akan dilakukan secara sembarangan. Pemkot Bandung terlebih dahulu akan mempelajari kapasitas baterai, kebutuhan waktu pengisian, hingga jarak tempuh becak listrik dalam sekali pengisian.
“Kita akan koordinasi dengan camat-camat untuk mengusulkan titik-titik charging. Apakah di tempat wisata atau tidak, nanti akan dipelajari dulu kapasitas cas dan berapa jarak tempuh per kilometer. Itu yang akan menentukan titiknya,” ujar Farhan.
Konsep SPKLB tersebut diharapkan dapat memastikan para penerima bantuan tidak kesulitan mengisi daya ketika menggunakan becak listrik untuk bekerja.
Tak Hanya Becak Listrik, Ada Bantuan Teknologi Pendidikan
Program bantuan yang disalurkan melalui GSN juga mencakup dukungan di bidang pendidikan,kesehatan dan sosial
Selain 200 unit becak listrik, melalui Peruri dan GSN juga disalurkan 200 tablet untuk siswa sekolah dasar, termasuk dukungan bagi anak-anak di daerah tertinggal. Dalam program tersebut, terdapat pembagian perangkat untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Bantuan lainnya berupa 10 kacamata pintar bagi anak-anak penyandang disabilitas. Perangkat tersebut ditujukan untuk membantu proses pembelajaran, termasuk dengan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pendidikan dan teknologi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, GSN menyebut program sosial yang dijalankan tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Sementara itu Dandim 0618 kota Bandung Letkol Inf. Albert Frantesca, M.Han,Menegaskan Bahwa progam Becak Listrik ini sangat bermanfaat dan sasaran pun harus benar benar masyarakat tidak mampu,(khusus pengayuh Becak )
Dengan bertambahnya jumlah becak listrik di Kota Bandung, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung seperti SPKLB menjadi perhatian berikutnya. Pemkot Bandung kini perlu menentukan lokasi pengisian yang mudah dijangkau, sesuai dengan pola aktivitas para pengayuh, sekaligus mempertimbangkan kemampuan dan jarak tempuh kendaraan.
Becak listrik sudah disalurkan. Kini, titik pengisian dayanya menjadi pekerjaan berikutnya agar bantuan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengayuh becak di Kota Bandung.
Turut hadir Ketua GSN sekaligus Direktur Utama Perum Peruri, Letjen (Purn) Teguh Arief; Pangdam III Siliwangi Mayjen Kosasih, S.E., M.M.; Alex Akbar, S.H., M.H., Kasi Intel Kejari Kota Bandung; Wakapolrestabes Bandung AKBP Dr. Dedi Wahyudi, S.Sos., S.I.K., M.H.; Dandim 0618 Kota Bandung Letkol Inf. Albert Frantesca, M.Han.; Toni Wijaya, S.E., S.H., Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung; Agus Hermawan, S.A.P., Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung; drg. Maya Himawati, Sp. Orto, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandung; Asep Robin, S.H., M.H., anggota Komisi II DPRD Kota Bandung; serta Staf Ahli Gubernur Jawa Barat.
**( Ivan Sukenda).

