BANDUNG, InfonasionalNews.my.id — Program Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) yang digelar Pemerintah Kota Bandung selama dua pekan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hingga hari terakhir pelaksanaan, nilai transaksi dalam program tersebut diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar, dengan jumlah pengunjung sekitar 7.000 orang.
Bazmut menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung untuk melakukan intervensi terhadap kebutuhan pokok masyarakat, terutama dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga rata-rata sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan tersebut salah satunya digelar di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat (11/9/2026).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pelaksanaan Bazmut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pemerintah hadir untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” kata Farhan.
Beras hingga Minyakita Jadi Buruan Warga
Sejumlah komoditas yang tersedia dalam Bazmut antara lain beras SPHP, telur, ayam, sayuran, hingga Minyakita.
Untuk beras SPHP, harga terjangkau dapat diberikan karena mendapat dukungan subsidi melalui Perum Bulog. Sementara komoditas lainnya ditawarkan dengan harga lebih rendah melalui potongan harga dari distributor maupun pelaku usaha yang berpartisipasi.
Farhan memastikan kondisi pasokan pangan di Kota Bandung secara umum masih aman. Menurutnya, tidak terdapat kelangkaan beras di pasaran.
Namun, ketersediaan beras premium cenderung lebih terbatas karena tingginya permintaan masyarakat. Sementara itu, beras SPHP masih tersedia dan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat.
Digelar di 30 Kecamatan
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Bazmut dilaksanakan di seluruh 30 kecamatan di Kota Bandung.
Pada hari terakhir, kegiatan secara bersamaan berlangsung di tiga wilayah, yakni Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler.
Menurut Ronny, komoditas yang paling banyak diburu masyarakat selama pelaksanaan Bazmut adalah beras, Minyakita, dan telur.
Telur menjadi salah satu produk yang banyak diminati karena dinilai sebagai sumber protein dengan harga yang masih terjangkau bagi masyarakat.
Setiap titik bazar rata-rata dikunjungi sekitar 200 hingga 250 orang. Jika diakumulasikan dari seluruh lokasi pelaksanaan, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Transaksi Capai Rp2,2 Miliar
Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari nilai transaksi yang terus meningkat sepanjang pelaksanaan Bazmut.
Hingga sehari sebelum pelaksanaan hari terakhir, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Dengan tambahan transaksi dari tiga lokasi pada hari terakhir, nilai transaksi Bazmut diperkirakan menembus Rp2,2 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperlihatkan respons positif terhadap program intervensi harga yang dilakukan pemerintah.
Melalui Bazmut, Pemkot Bandung tidak hanya berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, tetapi juga mempertemukan masyarakat secara langsung dengan Bulog, pelaku UMKM pertanian, distributor pangan, peritel modern, serta pelaku usaha lainnya.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Bandung.**(Ivan Sukenda)

