-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengolahan Sampah Bandung Tembus 30 Persen, Program Gaslah Tuai Apresiasi Pemerintah Pusat

7/30/2026 | 13:14 WIB
Bandung, Infonasionalnews – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengatasi persoalan sampah mulai menunjukkan hasil positif. Di tengah masih tingginya ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, kapasitas pengolahan sampah di dalam kota kini telah mencapai 30 persen, sebuah capaian yang mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penanganan darurat sampah yang selama ini menjadi tantangan besar bagi Kota Bandung.

> "Saat ini kita masih sangat mengandalkan TPA Sarimukti, sekitar 70 persen sampah masih dibuang ke sana. Namun pengolahan sampah di Kota Bandung sudah meningkat hingga 30 persen," ujar Farhan, Rabu (29/7/2026).



Meski sekitar 70 persen sampah masih dikirim ke TPA Sarimukti, Farhan menilai peningkatan kemampuan pengolahan di tingkat kota menunjukkan arah yang positif menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pemerintah Pusat Beri Perhatian Khusus

Kemajuan tersebut turut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Kota Bandung untuk melihat langsung perkembangan pengelolaan sampah sekaligus memastikan penerapan teknologi yang digunakan berjalan secara optimal.

Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Pemkot Bandung dalam mengurangi beban TPA dan memperkuat sistem pengolahan sampah berbasis teknologi.

Program Gaslah Jadi Andalan

Selain pemanfaatan teknologi, Pemkot Bandung juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Salah satu program unggulan yang kini menjadi sorotan adalah Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah). Program ini berfokus pada pengolahan sampah organik di lingkungan rumah tangga dengan melibatkan partisipasi aktif warga.

Menurut Farhan, program Gaslah berhasil menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA.

> "Alhamdulillah, warga Kota Bandung mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, khususnya melalui program pengolahan sampah organik atau yang kita kenal sebagai Gaslah," katanya.


Apresiasi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis masyarakat dinilai efektif dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Menuju Bandung yang Lebih Bersih

Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah terus dilakukan melalui penguatan teknologi, pembangunan fasilitas pengolahan, serta perluasan program berbasis masyarakat seperti Gaslah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Kota Bandung optimistis dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti sekaligus mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update