BANDUNG – Aktivitas sejumlah Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit di Kota Bandung mengalami peningkatan. Sejumlah warga datang dengan keluhan demam tinggi disertai gejala seperti batuk dan pilek.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung. Namun, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa perlu panik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tidak mengabaikan peningkatan kunjungan pasien ke IGD, terutama warga dengan keluhan yang mengarah pada gejala influenza.
“Pada dasarnya kami tidak menganggap remeh fakta bahwa sekarang ini IGD lumayan penuh oleh para pasien yang mengeluhkan demam yang tinggi dan memiliki beberapa gejala influenza yang khas yaitu batuk dan pilek,” kata Farhan, Rabu (23/9/2026).
Faskes Diminta Tetap Layani Pasien
Farhan menegaskan, pemerintah memastikan fasilitas kesehatan di Kota Bandung tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Prinsip pelayanan bahwa pasien tidak boleh ditolak, kata dia, harus tetap diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan.
“Memastikan semua fasilitas kesehatan memberikan layanan yang terbaik. Prinsip bahwa tidak boleh menolak pasien itu harus berlaku di semua fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza Like Illness (ILI).
Salah satu fasilitas yang menjadi sentinel pemantauan adalah Puskesmas Padasuka. Sampel hasil pemeriksaan pasien nantinya dikirimkan ke Kementerian Kesehatan untuk penelitian lebih lanjut, termasuk membantu mengetahui jenis atau strain virus yang beredar.
Warga Diminta Kembali Gunakan Masker
Di tengah meningkatnya keluhan flu dan aktivitas IGD, Farhan mengimbau masyarakat kembali menerapkan langkah pencegahan sederhana, terutama saat menggunakan transportasi umum.
Warga yang bepergian menggunakan bus, kereta api maupun pesawat dianjurkan menggunakan masker sebagai upaya mengurangi risiko penularan.
Farhan juga meminta orang tua tidak memaksakan anak yang sedang mengalami gejala flu untuk bersekolah.
“Untuk anak-anak sekolah yang menunjukkan gejala flu sebaiknya tidak sekolah. Di rumah saja, kami akan izinkan dan kami maklumi,” katanya.
Sementara anak-anak yang tetap bersekolah diimbau menggunakan masker.
Namun, Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam membeli masker.
“Tidak perlu melakukan panic buying masker, ngeborong masker,” ujarnya.
IGD Ramai, Masyarakat Dinilai Makin Waspada
Peningkatan kunjungan IGD juga terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bandung Kiwari.
Farhan menilai kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya kewaspadaan masyarakat. Warga yang sebelumnya memilih menangani gejala flu ringan di rumah kini lebih cepat mendatangi fasilitas kesehatan karena khawatir dengan kondisi yang sedang berkembang.
“Kalau kemarin-kemarin mah flu sedikit, panas sedikit, ah minum obat aja di rumah, nah sekarang karena waspada jadi udah langsung lari ke IGD,” kata Farhan.
Menurutnya, meningkatnya kewaspadaan masyarakat merupakan hal positif. Namun, kondisi tersebut juga harus diimbangi kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis.
“Buat kami ini menunjukkan bahwa kemampuan antisipasi dari masyarakat sudah sangat tinggi. Kami tentu bersyukur dengan hal itu tapi pada saat bersamaan kapasitas, fasilitas dan juga kemampuan dari nakes serta faskes di Kota Bandung siap untuk melayani,” ujarnya.
Pasien IGD Tetap Ditangani Sesuai Kondisi
Terkait kondisi IGD yang penuh, Farhan mengatakan penanganan pasien tetap dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing.
Pasien yang kondisinya memungkinkan untuk menunggu dapat mengikuti antrean. Sementara pasien yang dinilai sudah membaik dapat dipersilakan pulang sesuai hasil penanganan dan penilaian tenaga kesehatan.
“Kalau ada yang bisa diminta untuk menunggu dan bersedia menunggu dalam antrean tapi kalau diperkirakan sudah membaik maka dipersilakan untuk pulang. Itu mah sangat tergantung kondisi, saya tidak bisa memberikan sebagai sebuah kebijakan umum,” jelasnya.
Farhan memastikan layanan IGD di Kota Bandung tetap siaga selama 24 jam.
Pemkot Bandung juga mengaku telah mengambil pelajaran dari pengalaman penanganan pandemi Covid-19, termasuk dalam kesiapan obat, oksigen, fasilitas pendukung, serta perlindungan bagi tenaga kesehatan.
“Yang namanya IGD di seluruh Kota Bandung standby 24 jam dan belajar dari pengalaman kita menangani Covid, berbagai macam fasilitas dari obat viral sampai ke oksigen dan juga keselamatan para nakes itu sudah betul-betul diperhatikan,” tutur Farhan.
Pemerintah mengajak masyarakat tetap menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih, menggunakan masker ketika diperlukan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang membutuhkan penanganan.
Waspada penting, tetapi masyarakat juga diminta tidak panik.**( Ivan Sukenda).
