Pedagang Curhat ke Dedi Mulyadi, Harga Kios Pasar Ciroyom Rp12 Juta per Meter Jadi Sorotan


BANDUNG, Infonasionalnews — Persoalan harga kios di Pasar Ciroyom, Kota Bandung, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang menyampaikan keberatan terkait harga tempat usaha yang mencapai sekitar Rp12 juta per meter persegi.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Pasar Ciroyom untuk melihat kondisi pasar sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi para pedagang.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan yang dibahas tidak hanya menyangkut harga kios, tetapi juga biaya sewa, status lahan, pembangunan tempat penampungan sementara, hingga keberadaan bangunan yang menggunakan badan jalan.

Pedagang Keluhkan Biaya Kios

Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa dirinya harus membayar sekitar Rp600 ribu per meter setiap bulan untuk kios yang ditempatinya.

Dengan luas sekitar 1,5 meter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp900 ribu per bulan.

Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan pihak yang menerima pembayaran tersebut.

Pedagang menyebut pembayaran diberikan kepada seseorang bernama Alek yang disebut mengklaim tanah tempat kios tersebut berdiri sebagai miliknya.

Persoalan itu kemudian dikaitkan dengan status lahan yang digunakan untuk berdagang.

Pedagang menyebut lahan tersebut berada di kawasan yang dikelola Perumda Pasar. Dedi Mulyadi pun mempertanyakan status aset tersebut.

“Kalau ini tanahnya tanah Perumda, berarti Pemkot Bandung,” kata Dedi Mulyadi.

Harga Kios Baru Rp12 Juta per Meter

Dalam rencana penataan Pasar Ciroyom, harga kios baru juga menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan pedagang.

Pihak pengelola menjelaskan harga kios di bagian basement ditetapkan sekitar Rp12 juta per meter persegi berdasarkan hasil appraisal.

Sementara sebagian pedagang berharap harga tersebut dapat ditekan hingga berada di kisaran Rp5 juta per meter persegi.

Perbedaan harga tersebut membuat sebagian pedagang masih menyatakan keberatan.

Dari sekitar 1.048 pedagang, disebutkan sebagian besar telah melakukan pembayaran. Sedangkan pedagang yang masih keberatan terhadap harga tersebut diperkirakan sekitar 50 orang.

Disiapkan TPPS

Pembangunan yang tengah berlangsung di kawasan Pasar Ciroyom merupakan bagian dari persiapan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS).

Tempat tersebut disiapkan untuk menampung pedagang selama proses penataan dan pembangunan kios baru berlangsung.

Persoalan harga kemudian menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan pedagang untuk mendapatkan kembali tempat usaha setelah pembangunan pasar dilakukan.

Bangunan di Badan Jalan Ikut Dipertanyakan

Selain harga kios, Dedi Mulyadi juga menyoroti keberadaan bangunan yang berdiri di badan jalan kawasan Pasar Ciroyom.

Dalam pembahasan tersebut, bangunan itu disebut diklaim oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah.

Dedi Mulyadi mempertanyakan dasar kepemilikan lahan tersebut, termasuk status aset pemerintah yang digunakan sebagai badan jalan.

Persoalan tersebut dinilai perlu diperjelas agar penataan kawasan Pasar Ciroyom memiliki kepastian terkait status lahan dan penggunaan aset.

Perumda Pasar Sebut Harga Berdasarkan KJPP

Sementara itu, Perumda Pasar Juara sebelumnya menyatakan bahwa penetapan harga kios sekitar Rp12 juta per meter persegi tidak dilakukan secara sembarangan.

Angka tersebut disebut berdasarkan studi profesional dan kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Di sisi lain, sebagian pedagang masih berharap adanya penyesuaian harga agar pembangunan pasar tidak semakin membebani pelaku usaha.

Kunjungan Dedi Mulyadi ke Pasar Ciroyom menjadi momentum untuk mendengarkan langsung persoalan tersebut sekaligus melihat kondisi kawasan pasar.

Persoalan harga kios, status lahan, dan penataan pedagang kini menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan penyelesaian agar proses revitalisasi Pasar Ciroyom tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.**( Ivan Sukenda).
Lebih baru Lebih lama