Perkuat Pelayanan KB, BKKBN Papua Gelar Penguatan Tata Kelola Alokon dan Pelatihan SIRIKA di Waropen



WAROPEN, INFONASIONALNEWS.MY.ID – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Papua menggelar kegiatan Penguatan Sistem dan Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) serta Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Registri Keluarga (SIRIKA) di Kabupaten Waropen, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat tata kelola logistik alat dan obat kontrasepsi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan sistem informasi digital guna mendukung pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang lebih optimal di Kabupaten Waropen.



Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris KemendukBangga/BKKBN Provinsi Papua, Moh. Iqbal Trihidayat, S.Sos.I., M.Si., Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Waropen, Jaelani, AP., S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Waropen, Dina A. Samori, SE., MH.



Sebanyak 45 peserta turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), pengelola gudang Alokon kabupaten, pengelola fasilitas kesehatan, bidan koordinator puskesmas, serta pengelola program dari Dinas P3AKB dan Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen.


Pemda Waropen Berkomitmen Cegah Kekosongan Alokon

Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Waropen, Jaelani, menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Papua yang telah memilih Kabupaten Waropen sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan penguatan tata kelola Alokon dan pelatihan SIRIKA.



Menurutnya, kondisi geografis Waropen yang mencakup wilayah pesisir, kepulauan, dan pedalaman menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian alat dan obat kontrasepsi ke fasilitas pelayanan kesehatan.



Karena itu, diperlukan koordinasi dan pengelolaan logistik yang baik agar ketersediaan Alokon tetap terjaga dan masyarakat dapat mengakses pelayanan KB secara berkelanjutan.



"Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen berkomitmen penuh mendukung program Bangga Kencana. Kami instruksikan agar tidak ada lagi kekosongan Alokon di puskesmas. Ketersediaan Alokon adalah hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan KB yang aman. Kami juga mendukung penuh digitalisasi data melalui SIRIKA," tegas Jaelani.



Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh pengelola program dan petugas di lapangan dapat meningkatkan koordinasi serta memastikan ketersediaan Alokon sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah pelayanan.



Alokon dan SIRIKA Harus Berjalan Beriringan

Sementara itu, Sekretaris KemendukBangga/BKKBN Provinsi Papua, Moh. Iqbal Trihidayat, menegaskan bahwa penguatan tata kelola Alokon dan pelatihan aplikasi SIRIKA merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan program Bangga Kencana.



Menurut Iqbal, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi harus didukung dengan pencatatan dan pelaporan yang tertib melalui sistem informasi agar pelaksanaan program dapat terpantau secara akurat.


"Alokon itu fisiknya, SIRIKA itu jiwanya. Kalau Alokon dikelola baik tetapi tidak dicatat di SIRIKA, maka kerja keras Penyuluh KB di lapangan tidak akan terbaca oleh pusat. Begitu juga sebaliknya, data SIRIKA tinggi tetapi Alokon kosong, pelayanan akan berhenti. Kita ingin di Waropen menerapkan prinsip 6 TEPAT dan 1 AKURAT," jelas Iqbal.



Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi SIRIKA merupakan bagian dari transformasi digital dalam pelaporan program KemendukBangga/BKKBN, yang mendukung peralihan dari sistem pencatatan manual menuju pengelolaan data secara digital.




Melalui aplikasi tersebut, berbagai aktivitas program, mulai dari pelayanan KB, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga penggerakan di Kampung Keluarga Berkualitas, diharapkan dapat terdokumentasi dan dipantau secara real time dengan pendekatan by name by address.




Pemanfaatan SIRIKA diharapkan dapat meningkatkan ketepatan data, mempermudah pemantauan capaian program, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.



Peserta Dibekali Pengelolaan Alokon dan Praktik SIRIKA

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis yang berkaitan dengan pengelolaan logistik kontrasepsi dan penguatan sistem informasi keluarga.



Materi yang diberikan meliputi kebijakan ketersediaan dan distribusi Alokon tahun 2026, mekanisme perencanaan kebutuhan serta pengelolaan gudang melalui aplikasi SiMalog, tata cara penyimpanan Alokon yang baik dan benar, sosialisasi serta praktik langsung penggunaan aplikasi SIRIKA, hingga penyusunan rencana tindak lanjut untuk mendorong penginputan data SIRIKA secara menyeluruh di Kabupaten Waropen.



Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti praktik langsung penginputan data SIRIKA menggunakan telepon seluler dan laptop. Dalam sesi tersebut, sejumlah Penyuluh KB yang sebelumnya menghadapi kendala jaringan maupun akses akun mendapatkan pendampingan langsung dari tim teknologi informasi BKKBN Provinsi Papua.


Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan para petugas mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri serta menjalankan pencatatan dan pelaporan kegiatan dengan lebih tertib.



Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pengelolaan Alokon, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam memanfaatkan sistem informasi untuk menunjang pelaksanaan program KB di wilayah kerja masing-masing.



Penyuluh KB Siap Tingkatkan Kinerja Pelayanan

Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Waropen menyampaikan terima kasih atas kehadiran Sekretaris KemendukBangga/BKKBN Provinsi Papua beserta tim dalam kegiatan tersebut.


Menurutnya, kegiatan ini memberikan motivasi bagi para Penyuluh KB di Kabupaten Waropen, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan pengelolaan Alokon dan kemampuan menggunakan aplikasi SIRIKA.


"Ini menjadi motivasi besar bagi kami Penyuluh KB di ujung Papua. Kami siap tertib Alokon dan mahir SIRIKA untuk Waropen," ujarnya.


Ia berharap, pembekalan yang diberikan dapat diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga pelayanan KB kepada masyarakat semakin optimal dan pelaporan program dapat dilakukan secara tepat waktu.


Targetkan Nol Kekosongan Alokon dan 100 Persen Pelaporan SIRIKA

Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta komitmen antara Pemerintah Kabupaten Waropen dan BKKBN Provinsi Papua untuk memperkuat pengelolaan Alokon dan meningkatkan kualitas pelaporan program melalui aplikasi SIRIKA.



Komitmen tersebut diarahkan pada upaya mewujudkan nol kekosongan Alokon di fasilitas pelayanan kesehatan serta mencapai 100 persen pelaporan SIRIKA di Kabupaten Waropen.
Melalui sinergi pemerintah daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, pengelola program, dan Penyuluh KB, penguatan tata kelola Alokon dan digitalisasi data diharapkan dapat berjalan beriringan.



Dengan demikian, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi dapat dikelola secara lebih efektif, data program menjadi lebih akurat, dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Waropen dapat memperoleh pelayanan KB yang berkesinambungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas.


Redaksi.
Infonasional.News
Lebih baru Lebih lama