*TASIKMALAYA, INFONASIONALNEWS* - Kisah haru datang dari Desa Paledang, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya,31/10/26,Seorang warga bernama *Nana Koestaman* harus bertahan hidup selama *23 tahun* di sebuah gubuk reyot berdinding dan beratap plastik, yang berada di areal kuburan.
Kabar tentang kondisi memprihatinkan Bapak Nana itu akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, *Dedi Mulyadi*. Tanpa menunggu lama, Gubernur yang akrab disapa KDM ini langsung turun ke lokasi, bertemu langsung dengan Bapak Nana dan warga sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi memastikan akan memberikan bantuan untuk membangunkan rumah layak huni bagi Nana Koestaman. Bantuan itu menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah untuk warganya yang selama puluhan tahun luput dari perhatian.
Di hadapan awak media dan warga yang mengerumuninya, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan keras dan penuh keprihatinan. Ia menyoroti bagaimana persoalan warga seperti ini bisa tidak terdeteksi oleh pemerintah di tingkat bawah.
Di kita ini banyak masalah yang ternyata tidak bisa ditemukan oleh pemerintah. Kan itu problemnya. Sehingga saya sering keliling tuh seperti ini, sering keliling. Orang menyebut banyak 'Gubernur rasa RT'. Ya faktanya banyak masalah yang ternyata pada tingkat level RT, RW, kelurahan tidak bisa diketahui. Kan kita tahunya kan dari media."
> "Nah bagi saya, tentunya tidak boleh ada warga yang diketahui mengalami masalah, rumahnya pakai plastik di areal kuburan itu diketahuinya oleh orang lain. Semestinya diketahui oleh minimal oleh lurah loh."
Dedi Mulyadi menegaskan, seorang lurah, RW, dan RT seharusnya menjadi yang pertama tahu kondisi warganya. Bukan justru orang lain, apalagi viral di media sosial dulu baru pemerintah bergerak.
Ia juga menyampaikan bahwa kebiasaannya blusukan keliling kampung adalah untuk memastikan tidak ada lagi warga Jawa Barat yang hidup dalam kondisi seperti Bapak Nana, yang tinggal di gubuk reyot selama 23 tahun tanpa terdata dengan baik.
Warga sekitar pun menyambut haru kedatangan Gubernur. Mereka berharap pembangunan rumah untuk Bapak Nana segera terealisasi dan menjadi awal perhatian yang lebih serius dari pemerintah kelurahan terhadap warga kurang mampu lainnya.
(YAYAT)


