DPRD Kota Bandung Dorong Sosialisasi BRT Lebih Intensif, Nasib Pedagang Terdampak Jadi Perhatian

Bandung Infonasionalnews.my.id

Pemerintah diminta lebih intensif menyosialisasikan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) kepada masyarakat agar proyek transportasi massal tersebut dapat diterima dengan baik. Sosialisasi dinilai penting untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan pembangunan, dampak yang ditimbulkan, hingga manfaat BRT bagi mobilitas warga Kota Bandung.


Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Yoel Yosaphat, S.T., berharap pemerintah membuka ruang dialog secara rutin melalui forum pertemuan bersama masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar warga dapat menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan pembangunan BRT.


Menurut Yoel, pembangunan BRT tidak hanya berkaitan dengan pengembangan transportasi publik, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah sektor, mulai dari kelancaran lalu lintas hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.


Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Ledeng. Di kawasan tersebut, keresahan masyarakat dinilai berkaitan dengan potensi dampak ekonomi yang dirasakan para pedagang dan warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas usaha di sekitar lokasi pembangunan.


Yoel menegaskan, pemerintah perlu memberikan kepastian kepada masyarakat yang terdampak, termasuk mengenai skema kompensasi serta penyediaan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang.


“Kalau di sana ada pedagang yang terdampak, harus ada kompensasi yang jelas, relokasinya harus disiapkan, serta ada kepastian kalau misalnya mereka ingin kembali berusaha di sana,” ujarnya.


Rekayasa Lalu Lintas Perlu Diperhatikan


Selain persoalan ekonomi, kemacetan selama proses pembangunan juga menjadi keluhan yang perlu ditangani secara serius. Yoel menilai, pemerintah dan pihak terkait harus menyiapkan rekayasa lalu lintas yang efektif agar pengerjaan proyek tidak semakin memperburuk kepadatan kendaraan.


Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai rencana operasional BRT ke depan. Dengan informasi yang menyeluruh, masyarakat diharapkan dapat memahami tujuan pembangunan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan pola mobilitas.

Menurutnya, sosialisasi tidak cukup dilakukan satu kali. Pemerintah perlu memanfaatkan berbagai kanal komunikasi daring serta menggelar pertemuan langsung dengan warga dan pemangku kepentingan terkait.


Meyakinkan Masyarakat Beralih ke Transportasi Publik


Yoel menilai, tantangan pemerintah tidak berhenti pada penyelesaian pembangunan infrastruktur. Setelah BRT beroperasi, pemerintah juga harus mampu mendorong perubahan kebiasaan masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi agar bersedia beralih menggunakan transportasi massal.


Untuk mewujudkan hal tersebut, manfaat BRT harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dari sisi biaya perjalanan, kepastian waktu tempuh, kenyamanan, dan efisiensi mobilitas.


“Kalau ingin masyarakat beralih ke BRT, pemerintah harus meyakinkan bahwa kemacetan bisa berkurang, biaya lebih murah, perjalanan lebih pasti, dan untuk mencapai suatu tujuan bisa lebih cepat,” katanya.


Ia menambahkan, kebutuhan terhadap sistem transportasi massal yang efektif semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah kendaraan pribadi. Sementara itu, kapasitas jalan di Kota Bandung memiliki keterbatasan sehingga berpotensi memicu kemacetan yang semakin parah apabila tidak diantisipasi sejak dini.


Karena itu, kehadiran BRT diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan penggunaan transportasi publik.


Yoel menegaskan, penerimaan masyarakat terhadap proyek BRT harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penanganan dampak yang konkret, serta jaminan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.


“Hal-hal inilah yang harus disampaikan, baik secara daring maupun melalui pertemuan langsung dengan masyarakat dan stakeholder terkait, agar pembangunan BRT bisa lebih diterima. Ketika sudah beroperasi, masyarakat diharapkan mau beralih karena manfaat yang ditawarkan pemerintah,” tandasnya.


Dengan sosialisasi yang berkelanjutan dan penanganan dampak yang tepat, pembangunan BRT diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur transportasi baru, tetapi juga memperoleh dukungan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi Kota Bandung yang lebih efektif dan berkelanjutan.**(Ivan Sukenda).

Lebih baru Lebih lama