Pascademo, Pemkot Bandung Bersihkan Vandalisme di Sejumlah Titik Kota, Pemulihan Ditargetkan 2x24 Jam

BANDUNG, INFONASIONALNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat membersihkan vandalisme yang ditemukan di sejumlah ruas kota setelah aksi demonstrasi pada Selasa (20/10/2026). Pembersihan dilakukan untuk memulihkan kebersihan, keindahan, serta kenyamanan ruang publik bagi masyarakat.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau proses pembersihan pada Rabu (21/10/2026), bersama jajaran kewilayahan dan sejumlah perangkat daerah.


Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pembersihan di antaranya kawasan Simpang Lima, Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Pendopo Kota Bandung, hingga kawasan Cikapayang-Dago.


“Alhamdulillah pagi hari ini kami langsung turun tangan untuk membersihkan vandalisme yang terjadi pada saat demo kemarin,” ujar Farhan.


Pembersihan Dikebut Selama 2x24 Jam


Pemkot Bandung menargetkan proses pembersihan dilakukan secara intensif selama 2x24 jam ke depan. Sejumlah perangkat daerah dilibatkan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, unsur tata pemerintahan, hingga jajaran kewilayahan.


Farhan menegaskan, pemulihan fasilitas dan lingkungan kota menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.


Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut tidak seharusnya disertai tindakan yang merusak fasilitas maupun mencoret-coret ruang publik.


“Tujuannya tentu yang paling penting mengembalikan kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Karena vandalisme tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat,” katanya.


Simpang Lima Jadi Salah Satu Titik Terdampak


Kawasan Simpang Lima menjadi salah satu lokasi dengan kerusakan vandalisme yang cukup terlihat. Sejumlah huruf pada fasilitas di kawasan tersebut mengalami kerusakan, terutama pada bagian bawahnya, sehingga harus dilepas untuk diperbaiki.


“Yang paling rusak vandalisme di sini. Jadi ini terpaksa semua huruf-hurufnya karena bagian bawahnya dirusak. Jadi kita akan cabut semuanya, sekaligus kita coba perbaiki semuanya sehingga nanti akan kelihatan lebih normal,” jelas Farhan.


Meski ditemukan sejumlah aksi vandalisme, Farhan memastikan berdasarkan hasil pemantauan, tidak terdapat kerusakan besar pada fasilitas lalu lintas. Sejumlah fasilitas, termasuk lampu pengatur lalu lintas atau traffic light, masih dalam kondisi baik.


“Alhamdulillah semuanya tidak ada. Kami memang melihat ada beberapa vandalisme dan sedang kami bersihkan semuanya,” tuturnya.


Pemkot Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan


Selain Simpang Lima, petugas melakukan pembersihan di sepanjang Jalan Asia Afrika hingga Pendopo Kota Bandung, kawasan Braga, serta Cikapayang-Dago.


Pemkot Bandung memastikan penanganan dilakukan pada wilayah yang terdampak agar wajah kota kembali tertata dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.


Farhan juga menyampaikan bahwa kondisi sosial dan ekonomi Kota Bandung pascademonstrasi masih terpantau berjalan dengan baik.


“Sejauh ini pemantauan kegiatan ekonomi sosial di Kota Bandung masih berjalan dengan baik. Unjuk rasa walaupun ada gesekan dan percikan, tapi tidak kemudian mengganggu secara umum kegiatan sosial ekonomi di Kota Bandung,” pungkasnya.


Pembersihan pascademonstrasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memulihkan fasilitas publik sekaligus menjaga kenyamanan kota. Masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara tertib serta bersama-sama menjaga fasilitas umum agar tetap dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga.**(Ivan Sukenda).

Lebih baru Lebih lama